Tips Dan Trik Memilih Mesin Perajang Singkong (Slicer)

Slicer Dengan beragamnya tipe dan jenis mesin perajang singkong (slicer) yang banyak dijual di pasaran, tentunya para pengguna mesin perajang singkong (slicer) harus lebih berhati-hati dan selektif dalam menentukan pilihan. Untuk mendapatkan mesin dengan mutu dan kualitas terjamin tidaklah mudah, Karena faktor harga bukan satu-satunya alasan dalam membeli mesin. Namun masalah kualitas mesin tetap menjadi faktor yang sangat penting. Terutama mesin yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan usaha. Agar lebih mudah dalam memilih mesin, berikut ini tips dan trik dalam memilih mesin perajang singkong (slicer) :

  1. Pastikan rangka mesin perajang singkong (slicer) kuat dan kokoh, sehingga pada saat mesin dihidupkan tidak mudah bergeser.
  2. Pilihlah mesin perajang singkong (slicer) dengan power listrik yang sesuai dengan kapasitas mesin. Jangan tergiur dengan tawaran mesin perajang singkong (slicer) dengan menggunakan power listrik yang rendah. Walaupun dengan daya listrik yang kecil, sebenarnya mesin masih tetap berjalan dengan baik, hanya saja usia mesin menjadi lebih pendek terutama jika digunakan untuk kapasitas produksi yang besar atau penggunaan untuk skala industri.
  3. Pastikan mesin perajang singkong (slicer) yang dipilh dapat merajang bahan baku dengan hasil rajangan yang maksimal (rata dan rapi)
  4. Pilihlah mesin perajang singkong (slicer) dengan pisau perajang yang mudah diasah dan tidak perlu harus dilepas dari dudukan pisau.
  5. Pilihlah mesin perajang singkong (slicer) dengan material plat stainless steel food grade khususnya pada bagian mesin yang bersentuhan langsung dengan bahan baku atau produk yang akan dirajang.
  6. Pilihlah mesin perajang singkong (slicer) dengan material pisau perajang yang awet ketajamannya, sehingga tidak terlalu sering dalam mengasah pisau

Demikian ulasan mengenai tips dan trik dalam memilih mesin perajang singkong (slicer). Dari penjelasan yang sederhana ini diharapkan para pengguna mesin perajang singkong (slicer) lebih bijak dalam menentukan pilihan. Khususnya bagi pelaku usaha pengolah makanan yang sedang mempersiapkan untuk memodernisasi peralatan atau yang sedang mengupgrade kapasitas produksi usahanya.