Artikel

Mesin Pengemas Sachet Terbaru – Kemasan Renteng dan Non Renteng?

kapan-sebaiknya-menggunakan-kemasan-renteng-dan-nonrenteng

Pada saat ini, banyak berbagai macam produk dijual untuk memenuhi kebutuhan manusia. Baik itu kebutuhan pokok, sekunder ataupun tersier. Kita sering mencari kebutuhan – kebutuhan pokok di toko – toko terdekat ataupun di warung – warung milik tetangga. Untuk kebutuhan – kebutuhan pokok saat ini, konsumen pasti bukan hanya diberikan sajian menarik dari produk – produk yang dijual. Melanikan juga disuguhkan ciamiknya kemasan – kemasan yang mereka pakai. Saat ini banyak berbagai macam produk kebutuhan dikemas menggunakan kemasan yang semenarik mungkin untuk menarik perhatian calon pembeli. Selain itu, hal tersebut digunakan untuk menjadikan ciri khas suatu produk yang harapannya dapat menciptakan image khas produk tersebut. Termasuk penggunaan kemasan renteng dan nonrenteng. Lantas Kapan Sebaiknya Menggunakan Kemasan Renteng dan NonRenteng? Mari kita bahas.

Sebelumnya, bagaimana saja sih bentuk – bentuk kemasan tersebut? Banyak sekali modelnya. Teman – teman disini bisa melihatnya di toko – toko terdekat ketika berbelanaja kebutuhan pokok. Penulis disini tidak akan membahas berbagai macam bentuk kemasan tersebut. Tapi seperti yang sudah disampaikan, penulis akan mengajak berdiskusi dan membahas penggunaan kemasan renteng dan nonrenteng.

Kemasan renteng dan nonrenteng sudah sangat awam ditemui ditoko – toko dan diwarung – warung. Buat yang belum tahu apa itu renteng, renteng adalah kemasan dimana satu dan yang lain saling terhubung. Biasanya diwarung – warung kaitkan dengan tali. Seperti itulah kemasan renteng. Nah kalau yang nonrenteng itu kebaliknya temen – temen. Yang satuan. Jadi seperti itu.

Terus kapan saat yang tepat menggunakan kemasan model ini?

  1. Kemasan Renteng

Kemasan renteng sangat tepat digunakan saat penggunaan pada minuman – minuman sachet ukuran kecil atau sekali seduh. Tepat juga digunakan untuk mengemas snack atau jajanan ringan. Ukuran – ukuran kemasan yang kecil biasanya sangat cocok untuk penggunaan renteng. Karena kadang pembeliannya tidak hanya satu kemasan tapi banyak. Jadi bisa langsung ambil satu renceng atau dua renceng atau berapapun.

  1. Kemasan Nonrenteng

Jika tidak menggunakan renteng, biasanya ini adalah produk – produk yang dikemas dengan skala besar. Gula 500 gram atau 1 kg, garam 1 kg, dan lain sebagainya. Karena kemasan dengan skala besar seperti ini hampir dipastikan sangat sulit jika dibuat renceng. Jika dikaitkan ditali besar kemungkinan tidak akan kuat.

Itulah sedikit ulasan mengenai penggunaan kemasan renteng dan nonrenteng. Selain hal – hal diatas masih banyak faktor yang tentunya mempengaruhi. Mulai dari produsen itu sendiri sampai ke target pasar mereka.

Cukup sekian dulu artikel kali ini. Terima kasih telah membaca artikel mengenai “Kapan Kemasan Renteng dan NonRenteng digunakan Untuk Mengemas?”. Jika ada hal yang ingin didiskusikan atau dikonsultasikan dapat melalui kolom komen dibawah atau melalui whatsapp kami dibawah. Sampai jumpa di artikel – artikel selanjutnya teman – teman. Sehat Selalu.