Info Mesin

Sistem Vakum Pada Mesin Vacuum Frying

mesin-vacuum-fryer

Menggoreng dengan mesin vacuum frying adalah menggoreng berbagai macam produk dengan kondisi hampa udara. Cara menggoreng dengan mesin vacuum frying ini dilakukan dalam ruangan tertutup dengan kondisi tekanan rendah sekitar 70 cmhg. Penggorengan dengan vacuum frying dapat digunakan sebagai alternatif pengolahan bahan yang rentan terhadap suhu yang tinggi seperti kripik buah. Bahan dipanaskan dibawah tekanan vakum sehingga menurunkan titik didih air dalam bahan. Dengan penurunan tekanan maka suhu penggorengan bisa dilakukan relatif lebih rendah dibandingkan suhu penggorengan dengan tekanan atmosfer (ruangan terbuka).

Menggoreng dengan sistem vakum pada mesin vacuum frying lebih unggul dibandingkan dengan penggorengan  biasa. Karena dengan penggorengan hampa ini bahan yang digoreng tidak berubah warnanya, rasanya dan aromanya. Selain itu hasil penggorengan lebih renyah, tampilannya menarik, kandungan seratnya tinggi (kandungan nutrisi buah tidak berkurang) dan tahan lama/ awet walaupun tanpa bahan pengawet.

Pada kondisi vakum suhu penggorengan dapat diturunkan sebesar 50⁰C – 60⁰C atau 5 – 6 dekade, karena penurunan titik didih air. Dengan demikian bahan yang mengalami kerusakan warna, aroma, rasa dan nutrisi akibat panas dapat diproses dengan teknologi vacuum frying. Di sisi lain kerusakan minyak dan akibat-akibat yang ditimbulkan dapat diminimalisir karena proses dilakukan pada suhu dan tekanan rendah.

 

 

Beberapa bagian dan fungsi mesin vacuum frying : 

  1. Pompa vakum water jet, berfungsi untuk menghisap udara di dalam ruang penggoreng sehingga tekanan menjadi rendah, serta untuk menghisap uap air dari bahan yang digoreng.
  2. Tabung penggoreng, berfungsi untuk mengkondisikan bahan sesuai tekanan yang diinginkan. Di dalam tabung dilengkapi keranjang buah setengah lingkaran.
  3. Kondensor, berfungsi untuk mengembunkan uap air yang dikeluarkan selama penggorengan. Kondensor ini air sebagai pendingin.
  4. Unit pemanas, menggunakan kompor gas LPG.
  5. Unit Pengendali Operasi (Panel Kontrol), berfungsi untuk mengaktifkan alat vakum dan unit pemanas.
  6. Bagian pengaduk penggorengan, berfungsi untuk mengaduk buah yang berada dalam tabung penggorengan.
  7. Mesin peniris minyak (Spiner), berfungsi untuk meniriskan kandungan minyak kripik yang sudah jadi.

Vacuum frying, sebagai mesin pengolah makanan ini bekerja dengan prinsip Bernoulli (konsep dasar aliran fluida / zat cair dan gas). Dimana semburan air dari pompa yang dilalui pipa menghasilkan efek venture atau sedotan (vakum). Dengan menggunakan 7 atau 8 nosel, pipa khusus menghisap udara hingga tekanan di dalam tabung penggorengan turun hingga 7.52 cmHg, sehingga dengan tekanan 7.52 cmHg maka titik didih air akan  turun menjadi 45,8⁰C. Air di dalam tabung penggoreng selanjutnya didinginkan di kondensor dengan sirkulasi air pendingin. Setelah dingin air dimasukkan ke dalam bak air sedangkan uap air yang telah mengalami kondensi ditampung di penampungan kondensat.

Untuk perawatan mesin vacuum frying sebaiknya setiap 6 – 8 kali penggorengan, tabung dibersihkan dengan cara minyak dikeluarkan dan tabung dibersihkan dengan air panas. Air di bak pendingin juga perlu diganti jika mulai ada kotoran yang dapat menyumbat nosel. Air juga tidak boleh mengandung partikel besi, karena partikel besi dapat merusak pompa vakum yang akhirnya mempengaruhi kerenyahan hasil keripik.

Aneka Mesin  memproduksi beberapa mesin seperti mesin pengolah sampah, mesin pengemas otomatis, mesin untuk usaha, dan mesin industri lainnya.