Artikel

Minyak Tanah Kemasan Bantal Yang Praktis Dan Modern

minyak tanah

Minyak tanah kemasan bantal mengkin kedengarannya asing buat kita. Karena kebiasaan sebagian besar masyarakat adalah membeli minyak tanah dengan membawa wadah sendiri. Di daerah tertentu, minyak tanah masih menjadi bahan bakar yang utama selain gas LPG. Selain tidak praktis, penggunaan kayu bakar sudah mulai langkah. Jaman itu minyak tanah masih murah,masih dapat subsidi rutin dari pemerintah,dan juga masih dijual curah. Namun setelah penggantian dengan gas LPG, subsidi pun dicabut. Minyak tanah tak lagi mudah dijumpai,ibu rumah tangga pun juga sudah tidak mencari. Namun demikian untuk kebutuhan – kebutuhan tertentu minyak tanah masih banyak dibutuhkan. Sektor industri,ukm,maupun rumah tangga. Nggak hanya dikemas dalam jerigen,minyak tanah juga bisa dikemas eceran dalam kemasan plastik,ya …kemasan bantal. Lebih praktis dan ekonomis.

Konsumen yang hanya membutuhkan minyak tanah dalam jumlah sedikit,tidak perlu mengeluarkan dana lebih,cukup beli seperlunya. Hemat bukan?….,disamping menyesuaikan kebutuhan,juga mengingat faktor harga, kan subsidi sudah dicabut.

Bagi Agen dan retailer pun tidak perlu repot dalam menyimpan,menakar ,dan menghitung penjualan dan persediaan mereka. Jadi kalau dulu perlu tempat khusus yang kedap udara,semacam drum atau tangki untuk menyimpam,sekarang setelah dikemas bantal dengan mesin packing minyak tanah,cukup ditata dirak atau etalase. Lebih bersih dan tertata bukan?

Selain itu Agen dan retailer tidak perlu repot menakar,membungkus,ketika ada konsumen membelinya,tinggal ambil stok dirak atau etalase. Atau jika berbentuk swalayan,konsumen tinggal ambil sendiri.

Dan untuk bagian penjualan ,tidak perlu menghitung masih berapa liter sisa stok,atau menghitung berapa liter yang terjual,tinggal hitung jumlah bantal yang terjual ,atau tersisa. Praktis,Cepat ,dan nyaman.

Mesin Pengemas minyak tanah model bantal atau sachet sudah diproduksi oleh anak bangsa sendiri,tidak perlu repot mengimpor mesin dari negara lain. Kecintaan kita akan produksi dalam negeri harus selalu dipupuk , kita harus menjadi tuan rumah dinegeri sendiri.